Berita
Februari 9, 2025

Kue Kering yang Selalu Ada saat Lebaran. Mana Favoritmu?

Share:

Kue Kering UBM

Tidak cuma Opor Ayam dan Rendang, kue kering juga selalu hadir ketika perayaan Lebaran Idul Fitri di Indonesia. Selain disantap bersama keluarga, kue kering kerap disajikan untuk menyambut tamu yang datang bersilaturahmi ke rumah. Tidak heran, kalau setiap tahunnya sejumlah inovasi kue kering pun hadir—mulai dari yang rasanya asin sampai manis—untuk memberikan rasa dan warna baru.

Namun demikian, tahukah kamu, kalau beberapa kue kering berikut selalu menjadi favorit dan paling diminati ketika Lebaran, loh. Penasaran dengan kue kering-nya? Simak penjelasannya di artikel ini, ya!

Nastar

Siapa sih yang bisa menolak kelezatan kue nastar? Salah satu kue kering yang sangat populer di Indonesia dan selalu disajikan saat perayaan Lebaran Idul Fitri. Nastar terbuat dari adonan tepung terigu yang dicampur dengan telur, mentega, lalu diberi isian selai nanas. Rasanya? Gurih yang bersumber dari mentega (butter) dan manis dengan sedikit asam yang berasal dari buah nanas yang diolah jadi selai.

Meski selalu hadir ketika Lebaran, tapi, ternyata nastar bukan kue asli Indonesia, loh, melainkan berasal dari Negeri Kincir Angin, Belanda. Racikan nastar ini terinspirasi dari Kue Pie Belanda yang biasanya dibuat di dalam loyang berukuran besar dan kemudian diberi isian seperti stroberi, apel, dan blueberry. Asal kata nastar sendiri yaitu “ananas” dan “taart” (dari bahasa Belanda), yang artinya tart nanas.

Kue ini dibawa ke Indonesia pada masa kolonial Belanda, di mana pada masa itu orang-orang Belanda yang di Indonesia ingin membuat kue pie. Namun, karena kesulitan mencari bahan untuk isian pienya, akhirnya mereka menggantinya dengan buah yang ada di Indonesia, seperti nanas. Buah ini memiliki rasa yang mirip dengan stroberi dan apel—manis, asam, dan segar.

Kastengel

Selain nastar, kastengel juga jadi kudapan favorit masyarakat Indonesia ketika Lebaran karena menawarkan rasa asin dan gurih sehingga bikin nagih. Kastengel terbuat dari adonan tepung terigu, margarin, telur, dan dicampur dengan parutan keju. Kue kering ini biasanya berbentuk persegi panjang dengan lebar sekitar 1 cm dan panjang 3-4 cm. Kemudian, dipanggang sampai kuning keemasan.

Umumnya, jenis keju yang digunakan untuk membuat kue kering ini cukup beragam. Mulai dari; keju cheddar, keju edam, keju gouda, keju parmesan, hingga cream cheese untuk adonan dasar kastengel. Sama halnya dengan kue nastar, kastengel juga berasal dari Belanda. Di negara asalnya, kudapan ini dikenal dengan nama kastengel atau kaasstengels yang diambil dari kata “kaas” (keju) dan “stengels” (batangan).

Di Belanda, kastengel dibuat sampai 30 cm. Namun, ketika dibawa ke Indonesia, orang-orang kesulitan untuk mencari oven berukuran besar karena itulah kastengel di sini ukurannya lebih kecil. Yang menarik, kastengel sempat dijadikan sebagai pengganti mata uang di kota Krabbendijke, loh. Di kota ini, jual beli barang dilakukan dengan cara barter memakai kastengel karena dianggap makanan bergengsi.

Lidah Kucing

Bukan hanya itu, lidah kucing juga jadi salah satu kudapan yang wajib ada ketika Lebaran karena memiliki cita rasa yang renyah, gurih, dan enak. Sesuai namanya, kue ini memiliki bentuk mirip seperti layaknya lidah kucing, yaitu panjang dan tipis sehingga dinamai lidah kucing. Kue ini terbuat dari campuran bahan seperti tepung terigu, gula halus, margarin, susu bubuk, dan lainnya.

Kue lidah kucing sendiri berasal dari negara Prancis dan dikenal dengan nama Langues de Chat”, yang artinya lidah kucing. Kue satu ini pertama kali dibuat pada abad ke-17 dan jadi populer di kalangan bangsawan dan aristokrat Eropa. Semakin terkenal, kue ini pun mulai menyebar ke Eropa termasuk Belanda. Di Belanda, kue ini disebut Kattengon yang kalau diartikan juga lidah kucing.

Kemudian, ketika zaman kolonial, orang-orang Belanda yang menyukai kue ini membawanya ke Indonesia. Barulah, setelah itu, kue lidah kucing pun selalu hadir untuk menyambut perayaan Lebaran Idul Fitri.

Putri Salju

Kue putri salju pun selalu menemani momen kumpul-kumpul bersama keluarga ketika Lebaran Idul Fitri. Kue ini terbuat dari kuning telur, mentega, tepung maizena, dan tepung terigu, kemudian dipanggang sampai matang. Setelah matang, langsung diberi taburan gula halus sehingga rasanya enak dengan tekstur yang lembut. Menariknya, kue manis ini biasanya dibentuk seperti bulan sabit.

Dari manakah asalnya? Menurut beberapa sumber, kue putri salju ini berasal dari Austria. Di negara tersebut terdapat kue yang bentuknya terlihat sama persis seperti kue putri salju, yakni Vanillekipferl. Kue asal Austria ini juga dibuat seperti bulan sabit kemudian diberi taburan gula halus. Hanya saja, yang membedakannya dari Indonesia adalah cita rasa vanila di dalam adonannya.

Selain itu, ada juga yang menyebutkan kalau kue putri salju ini berasal dari Amerika Serikat, lalu menyebar ke berbagai daerah di Amerika Serikat. Bahkan, menurut info, kue putri salju ini pertama kali dibuat di Kentucky akhir abad ke-18 atau awal abad ke-19.

 


 

Itulah dia beberapa kue kering yang pasti ada ketika Lebaran Idul Fitri. Selain bisa membuatnya sendiri, kue-kue kering di atas juga bisa dibeli di toko kue maupun online, loh. Kalau semisal mau yang lebih praktis, maka kamu juga bisa menyajikan Biskuit Kaleng Hock Guan dari UBM Biscuits pas Lebaran.

Terdapat beraneka macam biskuit yang terdapat dalam satu kalengnya, loh, misalnya wafer, biskuit cokelat, cream crackers, dan lainnya. Semua produknya bisa kamu dapatkan dengan mudah di Shopee, Tokopedia, Bukalapak, dan Blibli. Jadinya, momen Lebaran pun akan terasa semakin membahagiakan!